Menurut laporan Bank of Korea kepada Parlemen pada 9 Juli, won Korea Selatan turun ke sekitar 1.500 per dolar, didorong oleh penjualan saham oleh investor asing dan ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi. Bank sentral menyebutkan bahwa depresiasi mata uang yang lebih tajam dibandingkan mata uang utama lainnya disebabkan oleh risiko geopolitik di Timur Tengah, kekuatan dolar, dan penjualan bersih saham asing dalam skala besar. Investor asing menjual saham domestik senilai 57,2 triliun won ($43,8 miliar) pada bulan Juni, setelah 48,5 triliun won di Mei dan 40,4 triliun won di Maret.
Bank of Korea menyatakan bahwa kondisi pinjaman eksternal dan likuiditas mata uang asing tetap stabil, dengan premi CDS pada obligasi stabilisasi mata uang asing bertahan di 22,3 basis poin hingga akhir Juni. Bank sentral sedang melakukan operasi pelurusan dan operasi swap mata uang untuk mengurangi volatilitas valuta asing yang berlebihan.