Menurut data Bloomberg, saham teknologi Magnificent Seven—termasuk Nvidia, Alphabet, Amazon, Apple, Microsoft, Meta, dan Tesla—hanya naik 0,5% sepanjang tahun 2026, sementara Indeks Semikonduktor Philadelphia melonjak 78%. Kinerja yang kurang memuaskan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan strategis Wall Street, karena ketujuh saham tersebut menyumbang sekitar sepertiga dari bobot indeks S&P 500. Pada paruh pertama 2026, Magnificent Seven turun 1,9% dibandingkan kenaikan 9,3% dari S&P 500.
Dalam dua minggu terakhir, institusi besar seperti Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan JPMorgan mulai meninjau kembali daya tarik investasi Magnificent Seven, menyebutkan valuasi yang terlalu tinggi. Rasio harga terhadap laba grup ini turun menjadi 23,9x dari 32,6x pada Oktober 2025, mendekatkan premi valuasi ke level terendah dalam sejarah. Lisa Shalett dari Morgan Stanley menyebutkan bahwa saham semikonduktor menunjukkan sinyal "jenuh beli" yang jelas, sementara platform cloud hyperscaler dalam Magnificent Seven menawarkan diversifikasi menarik untuk portofolio yang terpapar AI.