Komisi Pengawas Perdagangan Korea Selatan Meminta Dasar Pendapatan Operasional untuk Denda Kolusi Obligasi

Key Takeaways
  • Komisi Persaingan Usaha (FTC) Korea Selatan meminta 15 dealer utama untuk menghitung ulang penjualan dengan menggunakan laba operasi pada 28 Mei.
  • FTC sebelumnya menghitung sekitar 76 triliun won dalam bid obligasi pemerintah yang berpotensi dikenai denda 7–11 triliun won.
  • Semua 15 perusahaan telah mulai menghitung ulang penjualan berdasarkan laba operasi, dengan rapat pleno FTC dijadwalkan untuk bulan depan.

Komisi Perdagangan Wajar (FTC) Korea Selatan meminta 15 primary dealer untuk menghitung ulang penjualan dengan menggunakan pendapatan operasi, alih-alih nilai total obligasi. Sumber industri melaporkan perkembangan tersebut pada 28 Mei. Ini menjadi permintaan pertama semacam itu sejak FTC mulai menyelidiki dugaan pengaturan penawaran (bid-rigging) pada lelang obligasi pemerintah. Pelaku industri berpendapat regulator seharusnya menerapkan standar yang sama seperti dalam kasus kolusi perusahaan sekuritas sebelumnya, di mana pendapatan operasi menjadi dasar. FTC telah memeriksa primary dealer sejak 2023 atas dugaan bahwa mereka berkoordinasi dalam penawaran untuk menaikkan tingkat bunga.

FTC Mengubah Dasar Perhitungan Denda ke Pendapatan Operasi

FTC meminta 15 primary dealer—yang terdiri dari 10 perusahaan sekuritas dan 5 bank—untuk menyerahkan angka penjualan yang dihitung berdasarkan pendapatan operasi, bukan nilai total bid yang memenangkan lelang obligasi pemerintah. Seorang pejabat dari sebuah perusahaan sekuritas mengonfirmasi telah menerima permintaan tersebut, dengan mengatakan, "Benar bahwa kami menerima arahan untuk menghitung dan menyerahkan penjualan berdasarkan pendapatan operasi. Kami percaya FTC mencoba menafsirkan secara luas dengan mempertimbangkan argumen dari industri."

Sebelumnya, FTC mempertimbangkan menerapkan tingkat denda 10–15% pada nilai bid yang memenangkan obligasi pemerintah para dealer selama periode dugaan kolusi. Dengan angka penjualan yang dihitung FTC sekitar 76 triliun won, denda berdasarkan metodologi tersebut akan mencapai 7–11 triliun won. Sumber industri memandang permintaan pendapatan operasi sebagai sinyal bahwa nilai denda yang berpotensi memecahkan rekor dapat dihindari.

Primary Dealer Mulai Menghitung Ulang Penjualan

Seluruh 15 perusahaan telah mulai menghitung ulang angka penjualan berdasarkan pendapatan operasi sebagai respons atas permintaan FTC. Industri secara konsisten berpendapat bahwa FTC harus menerapkan standar yang sama seperti dalam kasus yang melibatkan 20 perusahaan sekuritas yang dituduh melakukan kolusi obligasi skala kecil, di mana penjualan institusi keuangan diperlakukan sebagai pendapatan operasi. Pelaku industri menyatakan bahwa kriteria yang identik harus diterapkan pada kasus obligasi pemerintah saat ini.

Investigasi Menargetkan 76 Triliun Won dari Penjualan Lelang Obligasi

FTC meluncurkan penyelidikannya pada 2023 terhadap perusahaan sekuritas primary dealer dan bank atas dugaan praktik penawaran kolusif. Pihak berwenang menduga para dealer membagikan rencana penawaran terlebih dahulu selama lelang obligasi pemerintah untuk mengamankan keuntungan yang tidak semestinya dengan cara menaikkan tingkat bunga. FTC menghitung total nilai bid yang dimenangkan untuk 15 primary dealer selama periode dugaan kolusi tersebut sekitar 76 triliun won.

Rapat Pleno FTC Dijadwalkan Bulan Depan

FTC telah menjadwalkan tiga rapat pleno pada bulan depan untuk membahas kasus bid-rigging obligasi pemerintah yang melibatkan 15 perusahaan finansial. Setiap perusahaan telah diberi tahu jadwal kehadirannya dan saat ini sedang mempersiapkan diri untuk proses tersebut.

FAQ

Apa yang diminta Komisi Perdagangan Wajar Korea Selatan dari primary dealer pada 28 Mei?

FTC meminta 15 primary dealer—10 perusahaan sekuritas dan 5 bank—untuk menghitung ulang dan menyerahkan angka penjualan berdasarkan pendapatan operasi, bukan berdasarkan nilai total bid yang dimenangkan dalam lelang obligasi pemerintah. Ini merupakan permintaan data semacam pertama sejak FTC mulai menyelidiki dugaan bid-rigging dalam lelang obligasi pemerintah.

Mengapa pelaku industri menghitung ulang angka penjualan berdasarkan pendapatan operasi?

Pelaku industri berpendapat FTC harus menerapkan standar yang sama seperti dalam kasus sebelumnya yang melibatkan 20 perusahaan sekuritas yang dituduh melakukan kolusi obligasi skala kecil, di mana pendapatan operasi menjadi dasar untuk menghitung denda. Kelima belas perusahaan mulai bekerja melakukan perhitungan ulang segera setelah menerima permintaan FTC, dengan memandangnya sebagai jalur potensial untuk menurunkan denda secara signifikan dibanding perkiraan awal sebesar 7–11 triliun won.

Berapa nilai denda awal yang diperkirakan dalam kasus bid-rigging obligasi pemerintah?

FTC telah mempertimbangkan menerapkan tingkat denda 10–15% pada sekitar 76 triliun won nilai bid yang dimenangkan dalam lelang obligasi pemerintah selama periode dugaan kolusi. Dengan metodologi tersebut, total denda akan mencapai 7–11 triliun won, yang berarti nilai penalti rekor.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar