Menurut Digital Daily, indeks Kosdaq Korea Selatan mengalami volatilitas yang parah sejak peluncuran exchange-traded funds (ETF) berpengungkit pada 27 Mei. Indeks tersebut turun dari 1.205,12 pada 26 Mei menjadi 778,17 pada 9 Juli, menandai penurunan 426,95 poin atau 35,4%. Dari 2.768 saham yang terdaftar di Kospi dan Kosdaq tahun ini, sekitar 63,6% telah menyentuh level terendah 52 minggu. Indeks kemudian memantul naik 5,47% hingga ditutup pada 837,43 pada 10 Juli.
Kepala Financial Supervisory Service, Lee Chan-jin, mengakui konsekuensi yang tidak disengaja dalam briefing pers pada bulan Juni, dengan menyatakan produk tersebut diperkenalkan untuk mencegah arus keluar modal, namun justru menimbulkan dampak buruk. Pemerintah dan otoritas keuangan memantau situasi ini, dengan diskusi yang masih berlangsung melalui sebuah kelompok peninjauan pasar antar-lembaga yang melibatkan Kementerian Keuangan, Financial Services Commission, Bank of Korea, dan FSS.