Menurut FinancialNews, indeks KOSPI Korea Selatan melonjak dari 4.200 pada awal 2026 menjadi hampir 9.000 pada pertengahan tahun, memicu kembalinya investor ritel yang sebelumnya hanya fokus pada saham AS. Kenaikan ini didorong oleh keuntungan saham semikonduktor seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, memicu arus FOMO. Hanya pada bulan April dan Mei, investor ritel Korea menjual saham AS senilai 469 juta dolar AS dan 940 juta dolar AS, mengalihkan modal ke saham domestik.
Volatilitas ekstrem pasar domestik terbukti memberatkan. Sejak awal 2026, KOSPI memicu penghentian otomatis sebanyak 8 kali dan penghentian sidecar 31 kali. Pada Juni, sentimen berbalik saat investor kembali ke saham AS, dengan arus masuk bersih sebesar 234 juta dolar AS, menandakan potensi pembalikan saat fluktuasi pasar domestik semakin intensif.