Harga obligasi US Treasury mengalami reli di seluruh tenor selama sesi perdagangan, dengan imbal hasil Treasury 10 tahun turun 5,40 basis poin menjadi 4,514% pada pukul 9:37 AM waktu Timur AS. Reli pasar obligasi didorong oleh sentimen yang semakin menghindari risiko seiring konflik militer AS–Iran meningkat dan pasar saham AS merosot tajam. Ketegangan geopolitik membuat investor mencari aset safe-haven, dengan Indeks Nasdaq Composite yang sarat teknologi turun 2,34% dan Indeks Semikonduktor Philadelphia anjlok 5,17% pada sesi yang sama.
Imbal Hasil Treasury Turun di Semua Tenor
Menurut layar suku bunga intraday Yonhap Infomax, imbal hasil Treasury 10 tahun berada di 4,514% pada pukul 9:37 AM waktu Timur AS, turun 5,40 basis poin dari acuan pukul 3 PM hari perdagangan sebelumnya sebesar 3,514%. Imbal hasil Treasury 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan turun 3,40 basis poin menjadi 4,122% selama periode yang sama. Imbal hasil Treasury 30 tahun turun 5,00 basis poin menjadi 5,047%. Selisih imbal hasil antara Treasury 10 tahun dan 2 tahun menyempit dari 41,2 basis poin menjadi 39,1 basis poin. Harga obligasi dan imbal hasil bergerak berlawanan arah.
Militer AS Memperluas Serangan Udara ke Infrastruktur Sipil Iran
Militer AS meningkatkan operasinya terhadap Iran dengan memperluas serangan udara ke fasilitas sipil. Komando Pusat AS, yang membawahi operasi militer di Timur Tengah, mengumumkan pihaknya menyerang puluhan fasilitas pertahanan udara pesisir Iran, infrastruktur logistik militer, dan aset angkatan laut. Media Iran setempat melaporkan serangan AS meluas hingga infrastruktur sipil, dengan jalur kereta dan jembatan sipil hancur. Iran memperluas cakupan balasannya di kawasan Teluk, meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa pihaknya dapat membalas serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk tetangga jika AS menyerang fasilitas seperti pembangkit listrik atau jembatan.
Permintaan Safe-Haven Mendorong Reli Obligasi di Tengah Penurunan Pasar Saham
Pasar obligasi memprioritaskan sentimen safe-haven ketimbang kekhawatiran inflasi meski konflik Iran kian memanas. Permintaan terhadap Treasuries menguat saat saham AS jatuh, dipimpin oleh saham teknologi dan semikonduktor. Indeks Nasdaq Composite turun 2,34% sementara Indeks Semikonduktor Philadelphia jatuh 5,17% selama sesi. Kekhawatiran meningkat bahwa konflik yang berkepanjangan di Iran dapat memicu resesi ekonomi karena lonjakan harga minyak menaikkan biaya perusahaan dan melemahkan belanja konsumen. Probabilitas resesi yang meningkat biasanya mendorong imbal hasil US Treasury lebih rendah. Imbal hasil Treasury sempat mengurangi penurunannya setelah harga impor AS naik lebih dari perkiraan, namun berbalik arah di tengah suasana safe-haven yang berlaku.
Harga Minyak Melonjak karena Eskalasi Konflik Timur Tengah
Harga minyak internasional melanjutkan lonjakan tajamnya setelah serangan AS diperluas ke fasilitas infrastruktur. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 3,43% menjadi $81,66 per barel. Pelaku pasar menyatakan kecemasan yang meningkat bahwa harga minyak yang terlalu tinggi bisa menjadi pemicu resesi ekonomi dengan membengkakkan biaya bisnis dan menekan konsumsi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga impor naik 0,3% secara bulanan, jauh melampaui perkiraan konsensus pasar yang memperkirakan penurunan 0,7%.
FAQ
Mengapa imbal hasil US Treasury turun selama sesi perdagangan ini?
Imbal hasil Treasury turun karena investor mencari aset safe-haven di tengah meningkatnya konflik militer AS–Iran dan merosotnya pasar saham AS, dengan Nasdaq jatuh 2,34% dan Indeks Semikonduktor Philadelphia turun 5,17%.
Pergerakan imbal hasil Treasury spesifik apa yang terjadi?
Imbal hasil Treasury 10 tahun turun 5,40 basis poin menjadi 4,514%, imbal hasil 2 tahun turun 3,40 basis poin menjadi 4,122%, dan imbal hasil 30 tahun turun 5,00 basis poin menjadi 5,047% pada pukul 9:37 AM waktu Timur AS.
Bagaimana konflik AS–Iran meningkat?
Komando Pusat AS menyerang puluhan fasilitas pertahanan udara pesisir Iran, infrastruktur logistik militer, dan aset angkatan laut, dengan media Iran setempat melaporkan serangan meluas hingga jalur kereta dan jembatan sipil, sementara Iran meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Qatar.