Keuangan Korea dengan dua jalur sekaligus: menghapus perjanjian pinjaman dengan bunga lebih dari 20%, membatasi pemberian pinjaman kepada personel militer
Anggota Partai Demokrat Korea, Kim Young-hwan, pada 24 Juni mengajukan rancangan revisi Undang-Undang tentang Pendaftaran Urusan Kredit dan Perlindungan Pengguna Keuangan, yang bertujuan menurunkan ambang suku bunga agar perjanjian pinjaman dinyatakan sepenuhnya tidak sah dari suku bunga tahunan 60% menjadi 20%. Begitu perjanjian pinjaman ditandatangani, kreditur tidak boleh menagih kembali pokok maupun bunga. Pada hari yang sama, Otoritas Pengawasan Keuangan (FSS) mengumumkan bahwa pihaknya aka
MarketWhisper·06-24 03:27
