Menurut Jin10, kontrak berjangka minyak mentah China melonjak lebih dari 8% pada 9 Juli, didorong oleh meningkatnya ketegangan AS-Iran dan ketidakpastian seputar nota kesepahaman yang sebelumnya telah dicapai. Analis memperingatkan bahwa jika kesepakatan bilateral runtuh, gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz dapat memperketat pasokan minyak mentah global, berpotensi mendorong harga minyak WTI kembali mendekati 80 dolar AS per barel. Setidaknya empat kapal tanker minyak telah mengalihkan jalur dari selat tersebut karena kekhawatiran pasar meningkat.
Dana Moneter Internasional baru-baru ini menurunkan proyeksi pertumbuhan global tahun 2026 menjadi 3%, yang dikatakan analis dapat melemahkan permintaan komoditas jangka panjang. Pedagang disarankan berhati-hati mengingat volatilitas harga saat ini.