Bank Pembangunan Korea (KDB) menyelesaikan obligasi Kangaroo sebesar 650 juta dolar Australia pada tanggal 26 bulan lalu, menarik lebih dari 1,4 miliar dolar Australia dalam pesanan dan memperketat harga sebesar 5 basis poin dari panduan awal. Penerbitan yang sukses ini memicu kontroversi industri setelah Natixis mendapatkan mandat utama obligasi Kangaroo Korea publik pertamanya, setelah bank tersebut merekrut mantan pemimpin tim pendanaan KDB sebagai direktur cakupan awal tahun ini. Pertanyaan muncul apakah koneksi personal mempengaruhi pemilihan tersebut, mengingat kurangnya pengalaman Natixis sebagai pemimpin obligasi Kangaroo Korea publik sebelumnya. KDB menyatakan bahwa pemilihan mempertimbangkan bank-bank pasar modal utang Korea (DCM) dengan pengalaman luas dalam penerbitan dolar Australia. Pasar obligasi Kangaroo biasanya memprioritaskan rekam jejak transaksi saat memilih manajer utama, karena penerbit harus menarik investor domestik Australia dan luar negeri.
KDB menerbitkan obligasi Kangaroo bunga tetap selama 3 tahun dengan penyelesaian pada tanggal 26 bulan lalu, menurut daftar penerbitan dan jatuh tempo Yonhap Infomax. Obligasi ini dipatok pada tingkat swap Australia (SQ ASW) ditambah 40 basis poin. KDB menetapkan panduan harga awal di 45 basis poin tetapi memperketat spread sebesar 5 basis poin setelah proses bookbuilding menarik lebih dari 1,4 miliar dolar Australia dalam pesanan. Harga ini bersaing dengan kurva hasil obligasi dolar AS KDB. ANZ, Mizuho Securities, Natixis, dan UBS bertindak sebagai manajer utama untuk transaksi ini. Penerbitan ini memperkuat posisi KDB sebagai penerbit sovereign, supranasional, dan lembaga (SSA) di pasar dolar Australia, di mana bank ini mempertahankan aktivitas pendanaan yang konsisten.
Natixis memperoleh mandat utama pertamanya untuk obligasi Kangaroo Korea publik melalui transaksi KDB. Bank ini tidak memiliki rekam jejak sebelumnya memimpin penerbitan obligasi Korea dolar Australia publik, menurut daftar manajer utama Yonhap Infomax. Keterlibatan Natixis sebelumnya dalam obligasi Kangaroo Korea hanyalah penempatan swasta tahun 2022 untuk Korea Eximbank. Berbeda dengan ANZ, Mizuho Securities, dan UBS yang memimpin obligasi Kangaroo publik untuk Korea Eximbank dan Korea Gas Corporation pada paruh pertama tahun ini. Natixis merekrut Jeon Hyun-soo, mantan pemimpin tim departemen pendanaan KDB yang bertanggung jawab atas operasi penerbitan, sebagai direktur cakupan awal tahun ini. Peserta industri mempertanyakan apakah pergerakan personel mempengaruhi pemilihan mandat, mengingat rekam jejak Natixis yang terbatas dalam obligasi Kangaroo baik untuk penerbit Korea maupun di pasar dolar Australia secara umum.
Seorang pejabat KDB menyatakan bahwa bank memilih manajer utama dengan mempertimbangkan faktor termasuk bank-bank pasar modal utang Korea yang memiliki pengalaman luas dalam penerbitan dolar Australia. Natixis mempekerjakan Kang In-hwan sebagai direktur DCM, yang bergabung pada 2021 setelah membangun pengalaman di bank Australia Westpac. Natixis mulai membangun hubungan aktif dengan KDB sebelum perpindahan Jeon Hyun-soo, setelah perekrutan Kang. Peserta pasar mencatat bahwa Natixis fokus menarik investor luar negeri dari Eropa dan Asia selama penawaran, memanfaatkan jaringan regional bank tersebut. Namun, pertanyaan tetap muncul tentang kriteria pemilihan, karena sebagian besar penerbit sektor publik biasanya mempertimbangkan rekam jejak manajer utama saat membentuk sindikasi penjaminan emisi untuk memastikan keahlian dan keadilan. Banyak bank lain juga memiliki pengalaman memimpin obligasi Kangaroo Korea dan bank-bank DCM Korea dengan keahlian di pasar dolar Australia. Sumber industri menyatakan bahwa meskipun Natixis memiliki kekuatan di Asia daripada di Australia, dan investor Asia semakin membeli obligasi Kangaroo, pemberian mandat setelah pergerakan personel menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara kedua peristiwa tersebut.
Apa yang dilakukan Korea Development Bank pada tanggal 26 bulan lalu?
Korea Development Bank menyelesaikan obligasi Kangaroo bunga tetap 3 tahun sebesar 650 juta dolar Australia dengan harga pada tingkat swap Australia plus 40 basis poin. Penerbitan ini menarik lebih dari 1,4 miliar dolar Australia dalam pesanan selama bookbuilding, memungkinkan KDB memperketat harga sebesar 5 basis poin dari panduan awal 45 basis poin.
Mengapa pemilihan Natixis sebagai manajer utama obligasi Kangaroo KDB menimbulkan pertanyaan industri?
Natixis mendapatkan mandat utama obligasi Kangaroo Korea publik meskipun tidak memiliki rekam jejak sebelumnya memimpin penerbitan obligasi Korea dolar Australia publik. Bank ini merekrut Jeon Hyun-soo, mantan pemimpin tim pendanaan KDB, sebagai direktur cakupan awal tahun ini. Peserta industri mempertanyakan apakah koneksi personal mempengaruhi pemilihan, mengingat biasanya pemilihan manajer utama obligasi Kangaroo menekankan rekam jejak transaksi untuk memastikan keahlian dalam menarik investor domestik Australia dan luar negeri.
Bagaimana KDB membenarkan kriteria pemilihan manajer utama?
Seorang pejabat KDB menyatakan bahwa bank memilih manajer utama dengan mempertimbangkan bank-bank pasar modal utang Korea yang memiliki pengalaman luas dalam penerbitan dolar Australia. Natixis mempekerjakan Kang In-hwan sebagai direktur DCM, yang bergabung pada 2021 setelah bekerja di bank Australia Westpac. Namun, pengamat industri mencatat bahwa banyak bank lain juga memiliki pengalaman memimpin obligasi Kangaroo Korea dan personel DCM Korea yang memenuhi syarat.
Berita Terkait
Bank of Korea Diperkirakan Akan Naikkan Suku Bunga Dasar Menjadi 2,75% pada Juli, Survei
Pasar obligasi Seoul bersikap hati-hati menjelang pertemuan kebijakan BOK
BOK diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 16 Juli, dan kenaikan berturut-turut mungkin terjadi
Bank of Korea akan Uji Coba Sistem Penyelesaian Won 24 Jam pada bulan September
Pasar obligasi Korea menunjukkan minat beli menjelang pertemuan BOK